Memasuki bulan suci Ramadhan, beberapa berita gembira turut menyertai. Keputusan Pemerintah mengenai penambahan waktu cuti bersama menyambut lebaran 2018 selama tiga hari, sehingga total libur panjang lebaran jika dihitung dengan hari Sabtu dan Minggu, mencapai 12 hari.  Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Prajurit TNI, Anggota Polri dan pensiunan. THR tersebut akan diterima pada awal bulan Juni 2018

Namun perlu diingat pengeluaran saat lebaran juga tidak terbilang sedikit. Berbeda dari bulan sebelumnya kita harus menyiapkan anggaran untuk menyambut lebaran seperti anggaran dapur untuk hidangan lebaran, pakaian lebaran, juga wisata dan perjalan mudik lebaran. Selain itu yang penting kita juga harus menyiapkan dana untuk zakat dan THR lebaran untuk sanak keluarga.

Saat mengatur alokasi dana gaji bulanan sebaiknya tetap mengingat prinsip berikut ini :

KEBUTUHAN POKOK

Yang utama sisihkan gaji untuk pengeluaran kebutuhan bulanan mulai dari biaya pendidikan anak, sembako, tagihan listrik, air dan kebutuhan pokok lainnya. Membayar cicilan juga masuk dalam alokasi ini. Segera keluarkan gaji bulanan untuk kebutuhan ini, bukan menunggu dana THR yang akan diterima awal Juni.

KEBUTUHAN HIBURAN ATAU SEKUNDER

Alokasikan maksimal 30% gaji untuk kebutuhan gaya hidup atau hiburan. Kita bisa mengalokasikan dana di pos ini untuk biaya wisata selama libur lebaran 2018, termasuk perjalanan mudik. Sesuaikanlah wisata dan jalan-jalan dengan dana yang tersedia di pos ini, jangan memaksakan untuk berwisata atau jalan melebihi alokasi dana di pos ini.

 DANA CADANGAN

Jangan lupa mengalokasikan dari gaji untuk investasi atau uang cadangan. Caranya bisa dengan ditabung, diinvestasikan, atau disimpan saja. Uang ini baru bisa digunakan kalau ada kebutuhan mendadak. Dana yang disisihkan untuk cadangan ini walau jumlahnya sedikit namun rutin dicadangkan akan bisa membantu disaat kita membutuhkan dana disaat darurat.

Sebaiknya gaji tetap dipakai untuk biaya rutin bulanan. Karena lebaran atau bukan lebaran, yang namanya tagihan telpon, listrik, air, gas dan bensin tetap gak gratis kan? Jadi gaji sebaiknya jangan dicampur adukkan dengan kebutuhan hari raya agar masih tetap bisa ‘bernafas’ setelah lebaran.

ALOKASI UANG THR

Rasa senang saat menerima THR harus disertai sikap bijak saat menggunakannya. Segala kebutuhan dan keperluan untuk hari Raya Lebaran sebaiknya hanya diambil dari Tunjangan Hari Raya saja—jangan mencampur aduknya dengan keuangan kebutuhan lain. Yang keliru adalah menggunakan THR untuk berfoya-foya pada hal yang tidak direncakan. Dampaknya, pengeluaran berlebihan bisa mengambil jatah bagian keuangan lain—yang sebenrnya sudah memiliki porsi kebutuhan sendiri. Yang ada, usai Lebaran kita sudah tidak memiliki cadangan dana lagi. Dalam mengalokasikan uang THR yang perlu diperhatikan adalah :

TABUNGAN

Sama seperti gaji bulanan, kita tetap perlu menyisihkan uang Tunjangan Hari Raya untuk tabungan atau dana cadangan. Besarannya cukup 10 hingga 20 persen dan dimasukkan ke dalam rekening tabungan. Sisihkan dana untuk tabungan begitu menerima Tunjangan Hari Raya agar tidak tergoda menggunakannya untuk keperluan lain, termasuk keperluan sehari-hari.

PAKAIAN LEBARAN DAN ZAKAT

Setelah menyisihkan dana tabungan, berikutnya adalah membayar zakat. Kita harus memprioritaskan dana untuk membayar zakat, jika kita mengetahui besaran dana Tunjangan Hari Raya yang pas-pasan. Sebab membayar zakat bersifat yang wajib dibayar oleh seorang muslim, paling lambat sehari sebelum hari raya Idul Fitri. Besaran zakat mengikuti ketentuan dari Badan Amil Zakat tempat kita berzakat.

Sedangkan keperluan pakaian baru dan perlengkapan ibadah, alokasi yang disarankan sekitar 10 persen hingga maksimal 20 persen dari THR. Jika ngin membeli pakaian baru, sebaiknya membelinya sejauh mungkin sebelum Lebaran agar harganya tidak naik tinggi dan tidak terkena antrian penuh sesak di pusat belanja.

JAMUAN LEBARAN DAN MUDIK

Saat Lebaran atau Idul Fitri adalah hari special yang dinanti-nantikan oleh seluruh umat Islam dan hidangan pada saat akan lebaran akan menambah sukacita semua anggota keluarga di hari nan fitri tersebut. Sebab itu kita perlu menyiapkan segala keperluan jamuan itu menjelang lebaran.

Dalam belanja hidangan Lebaran seperti  kue, lauk pauk makanan selama lebaran, hingga berbelanja kebutungan sekunder seperti mendekorasi rumah, sebaiknya menggunakan uang THR dengan cermat. Hitung berbagai kebutuhan yang diperlukan saja dan hindari belanja sesuatu yang tidak perlu dan terkesan berlebihan.

Sedangkan untuk kebutuhan mudik, seperti tiket transportasi, bensin, atau persiapan lain di jalan, sebaiknya tidak diambil dari dana Tunjangan Hari Raya. Namun sudah dialokasikan dari tabungan yang telah dikumpulkan sejak beberapa bulan sebelumnya.

DANA THR BAGI PEKERJA DAN ANGPAO LEBARAN

Umumnya, alokasi untuk seluruh kebutuhan ini bisa mencapai 50-60 persen dari seluruh THR yang diterima. Sebaiknya, saat menerima Tunjangan Hari Raya langsung memasukkan ke dalam beberapa amplop terpisah untuk penerima Tunjangan Hari Raya dan angpao Lebaran. Dengan begitu kita sudah memiliki alokasi angpao Tunjangan Hari Raya yang sudah pasti sehingga tidak menambah dana secara mendadak.

 ALOKASI UANG THR UNTUK MELUNASI HUTANG BERJALAN

Jika masih memiliki utang harus dibayar segera, usahakan mengalokasikan dana Tunjangan Hari Raya untuk membayar cicilan hutang. Misalnya, membayar tagihan kartu kredit bulan sebelumnya yang belum dibayar lunas.

Jika tidak memiliki hutang yang perlu dibayar segera, alokasikan dananya untuk investasi, tabungan atau menambah dana darurat. Dengan begitu, kita bisa berjaga-jaga seandainya kebutuhan harian suatu saat tidak tercukupi dari gaji bulanan.

SYUKURI YANG DIMILIKI DAN PERSIAPKAN YANG TERBAI

Bagaimana dengan persiapan lebaran Anda? Bagaimana pun caranya, marilah kita rayakan kemenangan ini dengan bijak dan membawa manfaat yang lebih baik bagi kehidupan finansial kita semua. Selalu syukuri apa yang Anda miliki dan selalu percaya bahwa bulan suci Ramadhan dan Lebaran akan membawa keberkahan dan rezeki bagi kita semua.

 

 

Penulis :

Retno Puspa RIni

Istri dari Letkol Inf. Endra Saputra

Wakil Ketua Cabang V Resimen Taruna PCBS AKMIL

(Dari berbagai sumber)