Dalam rangka Program Pengembangan UMKM Berdaya Saing dan Herbal Indonesia Expo tahun 2018, Seksi Ekonomi Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Pusat diantaranya Ny. Agus Yeni dan Ny. Harfendi menghadiri acara tersebut, yang dilaksanakan di Gedung SMESCO UKM (SME Tower) Jl. Gatot Subroto Kav 94 Pancoran, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Menutup tahun 2018 ini, BPOM RI mencanangkan Gerakan UMKM Jamu Berdaya Saing dan Herbal Indonesia Expo 2018 yang merupakan puncak rangkaian kegiatan pendampingan UMKM Jamu pada tanggal 11-12 Desember 2018 di Jakarta. Dalam acara ini, Kepala BPOM RI menyerahkan 34 Sertifikat CPOTB Bertahap kepada 34 UMKM jamu yang mengikuti program pendampingan, 25 Nomor Izin Edar (NIE) obat tradisional yang diproduksi oleh 8 UMKM Jamu yang mengikuti pendampingan, serta 24 sertifikat CPOTB dari 6 Industri Obat Tradisional (IOT). Selain penyerahan sertifikat CPOTB, pada acara ini juga dilaksanakan pencanangan Komitmen Bapak Angkat UMKM Jamu, penggalangan Gerakan Budaya Minum Jamu serta Herbal Indonesia Expo 2018, yang meliputi Pameran, Seminar, dan Panggung Edukasi.

Menurut Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito, program ini berupa kegiatan Pendampingan UMKM Jamu yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai pilot project pertama. Program ini melibatkan kementerian terkait yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, serta Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas-Dinas terkait di Kabupaten/Kota.