Ibu Sita Mulyono mengikuti acara Musyawarah Nasional XIII Tahun 2018 yang secara resmi dibuka oleh Panglima TNI, bertempat di Balai Sudirman Jakarta Selatan, Kamis (25/1/2018). Pada Musyawarah Nasional XIII Dharma Pertiwi ini Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana sebagai Ketua Kelompok Kerja AD/ART dan Wakil Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana sebagai anggota Kelompok Kerja Atribut.
Pada kesempatan tersebut Ketua Umum Dharma Pertiwi mengucapkan selamat datang kepada para Ketua Daerah Dharma Pertiwi, para Koordinator Cabang, Pengurus Unsur Dharma Pertiwi Pusat dan Daerah, GOPTKI, Kowani, selaku peserta dan peninjau Musyawarah Nasional XIII Tahun 2018. Ibu Nanny Hadi Tjahjanto berharap selain acara pokok Musyawarah Nasional, forum ini bisa dijadikan forum silaturahmi untuk memperkuat dan memperkokoh rasa persaudaraan, rasa persatuan dan kesatuan serta cinta kasih.
Dharma Pertiwi yang merupakan organisasi kemasyarakatan didirikan pada tanggal 15 April 1964 adalah bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi TNI. Dalam pelaksanaan kegiatannya Dharma pertiwi berperan aktif mendukung suksesnya misi dan tugas kewajiban TNI sebagai bhayangkari bangsa dan negara yang secara konsisten menjamin kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI. Sesuai dengan tema pada acara Musyawarah Nasional XIII yaitu, “Dilandasi Semangat Kebersamaan Dharma Pertiwi Bertekad Meningkatkan Kepedulian Sosial, Pendidikan Dan Kesehatan Guna Mewujudkan Kesejahteraan Prajurit Dan Keluarganya”.
Penyelenggaraan Musyawarah Nasional XIII Dharma Pertiwi Tahun 2018 ini merupakan ketentuan yang harus dilakukan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang diselenggarakan tiga tahun sekali. Dalam hal ini Ketua Umum Dharma Pertiwi memutuskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Nasional berikutnya dapat dilaksanakan dalam lima tahun yang akan datang, karena rentang waktu tiga tahun seperti yang kita laksanakan saat ini terlalu cepat. Sehingga sosialisasi dan pelaksanaan hasil Musyawarah Nasional baik AD/ART, Renja maupun Atribut ke jajaran baik ke Cabang maupun Ranting belum terlaksana secara menyeluruh. Oleh sebab itu, Musyawarah Nasional XIV Dharma Pertiwi dapat dilaksanakan pada lima tahun yang akan datang yakni tahun 2023.
Diakhir sambutannya, Ketua Umum Dharma Pertiwi menyampaikan beberapa penekanan kepada segenap pengurus Dharma Pertiwi sampai pada tingkat Daerah, Koordinator Cabang, Cabang dan Ranting untuk diperhatikan dan dilaksanakan, yaitu agar selalu menjaga kehormatan diri, keluarga dan organisasi dengan selalu memperhatikan norma-norma agama dan adat istiadat dimanapun berada. Jalankan fungsi dan peran, baik sebagai ibu rumah tangga, istri, pengurus maupun anggota Dharma Pertiwi secara proporsional.
Sejak disyahkannya AD/ART dan Renja 2018-2023, serta Atribut Dharma Pertiwi yang baru, maka yang lama sudah tidak berlaku lagi. Sosialisasikan dengan baik semua hasil Musyawarah Nasional ini agar dapat dipahami oleh segenap pengurus baik di tingkat pusat maupun tingkat Daerah, Koordinator Cabang, Cabang dan Ranting. Para Anggota Dharma Pertiwi harus tahu dan memahaminya secara utuh agar mereka tahu akan hak dan kewajibannya sebagai anggota.
Dan Kepada semua jajaran pengurus Dharma Pertiwi mulai dari Tingkat Pusat sampai ke Daerah, Cabang dan Ranting, dalam mengambil keputusan, kebijakan, pelaksanaan kegiatan dan lain-lain yang terkait dengan Dharma Pertiwi harus mengacu dan merujuk pada ketentuan-kententuan yang berlaku. Apabila terjadi persoalan dan perdebatan tentang sistem organisasi hendaknya selalu kembali kepada AD/ART, Renja 2018-2023, dan Atribut Dharma Pertiwi.
Acara Pembukaan Musyawarah Nasional XIII Tahun 2018 dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto selaku Pembina Utama Dharma Pertiwi, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono selaku Pembina Utama Persit Kartika Candra Kirana, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi selaku Pembina Utama Jalasenastri, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna selaku Pembina Utama PIA Ardhya Garini, Aster Panglima TNI selaku Pembina Harian Dharma Pertiwi, IKKT Pragati Wira Anggini, Para Pembina Unsur, Ketua Umum Unsur Organisasi Dharma Pertiwi beserta Pengurus, Ketua Harian Dharma Pertiwi beserta Pengurus, Pembina Harian serta peserta Musyawarah Nasional XIII Tahun 2018. (GNA)